Teori Burnout
Maslach, C. & Jackson, S. E. · 1981
Juga dikenal sebagai: CBI Burnout Model
Burnout didefinisikan sebagai sindrom yang timbul dari stres kerja kronis yang tidak dikelola, dengan tiga komponen: kelelahan (penipisan energi emosional dan fisik), sinisme atau depersonalisasi (penjarakan mental dari dan sikap negatif terhadap pekerjaan serta penerimanya), dan penurunan efikasi profesional. Struktur tiga komponen inilah yang membedakan burnout dari kelelahan biasa atau dari depresi: ciri khasnya bukan sekadar rasa lelah, melainkan rasa lelah yang disertai dengan penarikan diri dari pekerjaan yang dahulu berarti penting. Burnout adalah fenomena okupasional, bukan diagnosis medis.
Teori burnout sebagai keadaan kelelahan fisik, emosional, dan mental yang timbul akibat pemaparan berkepanjangan terhadap situasi yang menuntut, yang membedakan antara burnout personal (kelelahan umum), burnout terkait pekerjaan (yang diatribusikan pada pekerjaan), dan burnout terkait klien (yang diatribusikan pada interaksi dengan klien).
- Sumber:
- Kristensen, T. S., Borritz, M., Villadsen, E., & Christensen, K. B. (2005). The Copenhagen Burnout Inventory: A new tool for the assessment of burnout. Work & Stress, 19(3), 192-207.
Ikuti tes tervalidasi yang dibangun berdasarkan teori ini
Membaca tentang suatu konstruk memberi tahu Anda apa itu. Instrumen yang tervalidasi memberi tahu Anda di mana posisi Anda pada konstruk tersebut. Gratis untuk dikerjakan, hasil dalam hitungan menit.
Bukti sekilas
- Dukungan empiris
- Bukti moderat
- Replikasi
- Terreplikasi dengan baik
- Lintas budaya
- Sebagian besar universal
- Meta-analisis
- 22 terindeks
Peringkat ini merangkum literatur yang telah dipublikasikan tentang teori tersebut, bukan kualitas dari tes tertentu yang dibangun berdasarkannya. Ini adalah penilaian editorial berdasarkan sumber-sumber yang tercantum di bawah, dan dapat berubah seiring bertambahnya bukti.
Konteks Historis
Freudenberger menggambarkan burnout di antara staf klinik gratis pada tahun 1974, dan Maslach mengembangkannya menjadi konstruk yang dapat diukur, dengan menerbitkan Maslach Burnout Inventory bersama Jackson pada tahun 1981. Instrumen aslinya dibuat untuk pekerjaan layanan manusia, dan versi umum serta versi pelajar yang muncul kemudian memperluas jangkauannya. Copenhagen Burnout Inventory dan inventori Oldenburg menawarkan struktur alternatif. Organisasi Kesehatan Dunia memasukkan burnout ke dalam ICD-11 pada tahun 2019 sebagai fenomena okupasional yang secara eksplisit tidak diklasifikasikan sebagai kondisi medis, sebuah perbedaan yang sering salah dilaporkan sebagai burnout yang telah diakui sebagai penyakit.
Konstruk
Burnout Personal
Physical and psychological fatigue and exhaustion experienced by the person, independent of work or client contexts (Kristensen et al., 2005).
Burnout Terkait Pekerjaan
Physical and psychological fatigue and exhaustion perceived as attributed to one's work (Kristensen et al., 2005).
Kelelahan Terkait Klien
Physical and psychological fatigue and exhaustion perceived as attributed to working with clients, patients, or other people served (Kristensen et al., 2005).
Instrumen
- Skala Burnout NOESISNOESIS2026
Tes yang dibangun berdasarkan teori ini
Aplikasi Praktis
Pengukuran burnout merupakan hal standar dalam pemantauan kesehatan kerja, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial, di mana burnout memprediksi niat untuk berpindah kerja, ketidakhadiran, dan dalam konteks klinis, indikator keselamatan pasien. Karena burnout didefinisikan sebagai sesuatu yang timbul dari kondisi tempat kerja, bukti mendukung intervensi organisasi, seperti beban kerja, kontrol, imbalan, komunitas, keadilan, dan nilai, dibandingkan pelatihan resiliensi individu, yang menunjukkan efek yang lebih kecil dan kurang bertahan lama. Untuk penggunaan individu, hasil ini sebaiknya dibaca sebagai umpan balik mengenai situasi pekerjaan, bukan mengenai pribadi seseorang.
Cara Pengukurannya
Diukur dengan penilaian frekuensi laporan diri pada tiga subskala yang dilaporkan secara terpisah; tidak ada ambang batas diagnostik yang tervalidasi, sehingga skor diinterpretasikan berdasarkan kelompok referensi okupasional.
Kritik & Keterbatasan
Tumpang tindih dengan depresi merupakan masalah utama yang belum terselesaikan: kelelahan khususnya berkorelasi dengan gejala depresi pada tingkat yang membuat beberapa peneliti, terutama Bianchi dan kolega, berargumen bahwa burnout sama sekali tidak dapat dibedakan dari depresi. Tidak ada ambang batas konsensus untuk menentukan kasus, sehingga perkiraan prevalensi dalam literatur sangat bervariasi tergantung ambang batas sembarang yang dipilih. Ketiga dimensi memiliki korelasi yang cukup berbeda, dan dimensi penurunan efikasi sering berperilaku sebagai konstruk yang terpisah. Instrumen-instrumen yang saling bersaing mendefinisikan sindrom ini secara berbeda, yang membuat perbandingan antar studi menjadi tidak dapat diandalkan.
Publikasi Utama
- Maslach, C. & Jackson, S. E.. (1981). The measurement of experienced burnout. 10.1002/job.4030020205
- Maslach, C., Schaufeli, W. B. & Leiter, M. P.. (2001). Job burnout. 10.1146/annurev.psych.52.1.397
- Bianchi, R., Schonfeld, I. S. & Laurent, E.. (2015). Burnout-depression overlap: A review. 10.1016/j.cpr.2015.01.004