noesisnoesis
KepribadianBukti moderat

Model PERMA tentang Kesejahteraan Optimal

Seligman, M. E. P. · 2011

Juga dikenal sebagai: Flourishing · PERMA Well-Being

PERMA mendefinisikan kesejahteraan melalui lima pilar yang dapat diukur, bukan satu indeks tunggal: Emosi positif, Keterlibatan (keterhanyutan dalam aktivitas, mirip dengan flow), Hubungan, Makna, dan Pencapaian. Argumen Seligman untuk struktur yang berjamak ini adalah bahwa kesejahteraan merupakan sebuah konstruk, bukan sebuah benda, dan setiap elemen dikejar demi dirinya sendiri, dapat didefinisikan secara independen dari yang lain, dan dapat hadir tanpa yang lainnya. Ini merupakan penyimpangan yang disengaja dari model yang berpusat pada kebahagiaan: seseorang dapat memiliki skor tinggi pada makna dan pencapaian sementara rendah pada emosi positif, dan teori ini memperlakukan hal tersebut sebagai profil yang nyata, bukan sebagai kontradiksi.

Kerangka psikologi positif yang mendefinisikan kesejahteraan melalui lima pilar yang dapat diukur: Emosi Positif (hedonis), Keterlibatan (flow), Hubungan (koneksi sosial), Makna (tujuan hidup), dan Pencapaian (penguasaan). Setiap pilar dikejar demi dirinya sendiri dan dapat diukur secara independen.

Sumber:
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A Visionary New Understanding of Happiness and Well-Being. New York: Free Press.
Ukur

Ikuti tes tervalidasi yang dibangun berdasarkan teori ini

Membaca tentang suatu konstruk memberi tahu Anda apa itu. Instrumen yang tervalidasi memberi tahu Anda di mana posisi Anda pada konstruk tersebut. Gratis untuk dikerjakan, hasil dalam hitungan menit.

Bukti sekilas

Dukungan empiris
Bukti moderat
Replikasi
Terreplikasi sebagian
Lintas budaya
Sebagian besar universal
Meta-analisis
5 terindeks
Domain penelitianPsikologi positifPenelitian kesejahteraanPsikologi organisasiPsikologi pendidikan

Peringkat ini merangkum literatur yang telah dipublikasikan tentang teori tersebut, bukan kualitas dari tes tertentu yang dibangun berdasarkannya. Ini adalah penilaian editorial berdasarkan sumber-sumber yang tercantum di bawah, dan dapat berubah seiring bertambahnya bukti.

Konteks Historis

Buku Authentic Happiness karya Seligman tahun 2002 mengajukan tiga jalur menuju kesejahteraan, yaitu kesenangan, keterlibatan, dan makna. Buku Flourish pada tahun 2011 merevisi penjelasan tersebut, menambahkan hubungan dan pencapaian, dan yang lebih penting, mengubah tujuan psikologi positif dari kepuasan hidup menjadi flourishing (kesejahteraan optimal). Butler dan Kern mempublikasikan PERMA-Profiler pada tahun 2016, memberikan model ini instrumen standarnya. Kerangka ini menyebar dengan cepat ke pendidikan, program kesejahteraan tempat kerja, dan kerangka kesejahteraan nasional, dengan laju yang jauh lebih cepat dibandingkan literatur validasinya.

Konstruk

Emosi Positif

The hedonic pillar of well-being — the frequency of pleasant emotional states such as joy, contentment, and serenity (Seligman, 2011).

Keterlibatan

The flow pillar — being fully absorbed, interested, and engaged in activities and life (Seligman, 2011).

Hubungan

The social connection pillar — feeling supported, loved, and satisfied with one's personal relationships (Seligman, 2011).

Makna

The purpose pillar — perceiving one's life as purposeful, valuable, and directed toward something greater than oneself (Seligman, 2011).

Pencapaian

The mastery pillar — making progress toward goals, achieving objectives, and feeling competent in handling responsibilities (Seligman, 2011).

Instrumen

  • Skala Flourishing NOESISNOESIS2026

Tes yang dibangun berdasarkan teori ini

Aplikasi Praktis

PERMA banyak digunakan sebagai kerangka pengorganisasian untuk program kesejahteraan tempat kerja dan sekolah karena kelima elemennya secara langsung diterjemahkan menjadi target intervensi yang dapat dibedakan, tidak seperti skor kebahagiaan tunggal. Profiler ini digunakan untuk umpan balik individu dan untuk melacak dampak program di lima domain tersebut. Dalam konteks coaching dan pengenalan diri, nilai praktisnya bersifat diagnostik: model ini mengidentifikasi pilar mana yang rendah, yang merupakan temuan yang jauh lebih dapat ditindaklanjuti dibandingkan angka kesejahteraan global.

Cara Pengukurannya

Diukur dengan skala laporan diri (PERMA-Profiler: 15 butir inti ditambah butir pengisi dan butir kesehatan) yang dilaporkan sebagai lima skor domain, bukan satu total tunggal.

Kritik & Keterbatasan

Kritik empiris terkuat adalah bahwa kelima faktor tersebut tidak dapat dipisahkan dalam praktiknya: Goodman dan rekan-rekannya menemukan bahwa skor PERMA dan skor kesejahteraan subjektif konvensional berkorelasi mendekati satu, dan beberapa analisis faktor gagal menemukan lima faktor yang terpisah, yang menunjukkan adanya satu faktor kesejahteraan umum dengan indikator-indikator yang berkorelasi. Pemilihan kelima elemen ini secara spesifik lebih dimotivasi secara teoretis daripada diturunkan secara empiris, dan para kritikus mempertanyakan mengapa kesehatan, otonomi, atau keamanan finansial tidak dimasukkan. Model ini juga membawa kritik yang lebih luas terhadap psikologi positif, yaitu mengindividualisasikan kesejahteraan dan kurang memperhitungkan kondisi material dan sosial.

Publikasi Utama

  • Seligman, M. E. P.. (2011). Flourish: A Visionary New Understanding of Happiness and Well-being.
  • Butler, J. & Kern, M. L.. (2016). The PERMA-Profiler: A brief multidimensional measure of flourishing. 10.5502/ijw.v6i3.526
  • Goodman, F. R., Disabato, D. J., Kashdan, T. B. & Kauffman, S. B.. (2018). Measuring well-being: A comparison of subjective well-being and PERMA. 10.1080/17439760.2017.1388434

Teori Terkait

Model PERMA tentang Kesejahteraan Optimal, definisi, bukti, dan cara pengukurannya | NOESIS