noesisnoesis
KlinisBukti moderat

Model Empat Klaster PTSD DSM-5

Friedman, M. J.; Resick, P. A.; Bryant, R. A.; Brewin, C. R. · 2011

Juga dikenal sebagai: DSM-5 PTSD · 4-cluster PTSD

Model empat klaster PTSD DSM-5 mereorganisasi gejala PTSD dari tiga klaster (DSM-IV) menjadi empat: intrusi/pengalaman kembali, penghindaran, perubahan negatif dalam kognisi dan suasana hati, serta perubahan dalam kewaspadaan dan reaktivitas. Restrukturisasi ini didasarkan pada analisis faktor konfirmatori yang menunjukkan bahwa klaster penghindaran/mati rasa DSM-IV lebih baik direpresentasikan sebagai dua faktor yang terpisah. Model ini juga memperluas PTSD dari 17 menjadi 20 gejala dan memindahkannya dari gangguan kecemasan ke kategori baru gangguan terkait trauma dan stresor.

Model empat klaster gangguan stres pascatrauma sebagaimana didefinisikan dalam DSM-5: intrusi (Klaster B), penghindaran (Klaster C), perubahan negatif dalam kognisi dan suasana hati (Klaster D), serta perubahan dalam kewaspadaan dan reaktivitas (Klaster E).

Sumber:
Friedman, M. J. (2014). Literature on DSM-5 and ICD-11. PTSD Research Quarterly, 25(2), 1-10.
Ukur

Ikuti tes tervalidasi yang dibangun berdasarkan teori ini

Membaca tentang suatu konstruk memberi tahu Anda apa itu. Instrumen yang tervalidasi memberi tahu Anda di mana posisi Anda pada konstruk tersebut. Gratis untuk dikerjakan, hasil dalam hitungan menit.

Bukti sekilas

Dukungan empiris
Bukti moderat
Replikasi
Terreplikasi sebagian
Lintas budaya
Sebagian besar universal
Meta-analisis
8 terindeks
Domain penelitianKlinisPsikologi traumaDiagnosis psikiatri

Peringkat ini merangkum literatur yang telah dipublikasikan tentang teori tersebut, bukan kualitas dari tes tertentu yang dibangun berdasarkannya. Ini adalah penilaian editorial berdasarkan sumber-sumber yang tercantum di bawah, dan dapat berubah seiring bertambahnya bukti.

Konteks Historis

Friedman, Resick, Bryant, dan Brewin (2011) mengusulkan reorganisasi empat klaster ini berdasarkan tinjauan komprehensif literatur empiris tentang struktur laten PTSD, yang secara konsisten menunjukkan bahwa penghindaran dan mati rasa emosional bermuatan pada faktor yang terpisah. Kriteria PTSD DSM-5 dituntaskan pada tahun 2013 setelah pengujian lapangan yang ekstensif, yang merepresentasikan salah satu revisi paling berbasis bukti dalam DSM-5. PTSD menjadi sindrom pertama dalam psikiatri yang kriteria diagnostiknya direvisi secara substansial berdasarkan temuan analisis faktor.

Konstruk

Intrusi

Criterion B of the DSM-5 four-cluster PTSD model encompasses re-experiencing symptoms in which the traumatic event is involuntarily relived through recurrent intrusive memories, distressing nightmares, dissociative flashback reactions, intense psychological distress upon exposure to trauma-related cues, and marked physiological reactions to reminders of the event (APA, 2013). At least one intrusion symptom must be present for PTSD diagnosis.

Penghindaran

Criterion C of the DSM-5 four-cluster PTSD model reflects persistent effortful avoidance of trauma-related stimuli, manifesting as either avoidance of distressing internal reminders (thoughts, feelings, or memories) or avoidance of external reminders (people, places, conversations, activities) that arouse recollections of the traumatic event (APA, 2013). At least one avoidance symptom must be present for diagnosis.

Perubahan Negatif dalam Kognisi dan Suasana Hati

Criterion D of the DSM-5 four-cluster PTSD model captures persistent negative changes in thinking and emotional experience that began or worsened after trauma, including inability to recall key features of the event, exaggerated negative beliefs, distorted blame, persistent negative emotional states, diminished interest, feelings of detachment, and inability to experience positive emotions (APA, 2013). Two or more symptoms must be present.

Perubahan dalam Kesiagaan dan Reaktivitas

Criterion E of the DSM-5 four-cluster PTSD model captures marked changes in arousal and reactivity associated with the traumatic event, manifesting as irritable or aggressive behavior, reckless or self-destructive behavior, hypervigilance, exaggerated startle response, concentration difficulties, and sleep disturbance (APA, 2013). Two or more symptoms must be present, reflecting a state of heightened physiological alertness.

Instrumen

  • Daftar Periksa PTSD untuk DSM-5(PCL-5)Weathers, F. W., Litz, B. T., Keane, T. M., Palmieri, P. A., Marx, B. P., & Schnurr, P. P.2013

Tes yang dibangun berdasarkan teori ini

Aplikasi Praktis

Model empat klaster ini secara langsung membentuk asesmen klinis melalui instrumen seperti CAPS-5 (Clinician-Administered PTSD Scale) dan PCL-5 (PTSD Checklist), yang disusun berdasarkan empat klaster gejala tersebut. Model ini memandu perencanaan penanganan dengan memungkinkan klinisi mengidentifikasi klaster gejala mana yang paling menonjol. Kumpulan gejala yang diperluas ini lebih baik menangkap perubahan kognitif negatif dan perilaku eksternalisasi (misalnya, perilaku sembrono) yang tidak ada dalam DSM-IV.

Cara Pengukurannya

Struktur empat klaster ini diturunkan terutama dari analisis faktor konfirmatori di berbagai populasi yang terpapar trauma. Armour dkk. (2016) meninjau secara sistematis 112 studi analisis faktor konfirmatori tentang struktur laten PTSD dari DSM-IV hingga DSM-5.

Kritik & Keterbatasan

Beberapa studi analisis faktor konfirmatori menemukan bahwa model alternatif, khususnya model enam dan tujuh faktor (memisahkan kewaspadaan disforik dari kewaspadaan cemas, dan anhedonia dari afek negatif), menunjukkan kesesuaian yang jauh lebih baik dibandingkan model empat faktor resmi. Studi lintas budaya dengan populasi pengungsi dan non-Barat menemukan ketidaksesuaian dalam struktur empat klaster, dengan model Anhedonia sering menunjukkan kesesuaian yang lebih unggul. Perluasan menjadi 20 gejala telah dikritik karena mengurangi spesifisitas diagnostik dan berpotensi terlalu mempatologikan respons stres yang normatif.

Publikasi Utama

  • Friedman, M. J., Resick, P. A., Bryant, R. A., & Brewin, C. R.. (2011). Considering PTSD for DSM-5. 10.1002/da.20767
  • Friedman, M. J.. (2013). Finalizing PTSD in DSM-5: Getting here from there and where to go next. 10.1002/jts.21840
  • Armour, C., Mullerova, J., & Elhai, J. D.. (2016). A systematic literature review of PTSD's latent structure in the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders: DSM-IV to DSM-5. 10.1016/j.cpr.2015.12.003
  • Blevins, C. A., Weathers, F. W., Davis, M. T., Witte, T. K., & Domino, J. L.. (2015). The Posttraumatic Stress Disorder Checklist for DSM-5 (PCL-5): Development and initial psychometric evaluation. 10.1002/jts.22059
  • Weathers, F. W., Bovin, M. J., Lee, D. J., Sloan, D. M., Schnurr, P. P., Kaloupek, D. G., Keane, T. M., & Marx, B. P.. (2018). The Clinician-Administered PTSD Scale for DSM-5 (CAPS-5): Development and initial psychometric evaluation in military veterans. 10.1037/pas0000486

Teori Terkait

DSM-5 seven-factor PTSD model (Armour et al.)DSM-5 Dysphoric Arousal modelDSM-5 Anhedonia modelICD-11 PTSD model (6 symptoms, 3 clusters)Complex PTSD (ICD-11)
Model Empat Klaster PTSD DSM-5, definisi, bukti, dan cara pengukurannya | NOESIS