noesisnoesis
KlinisBukti kuat

Teori Stres yang Dipersepsikan

Cohen, S., Kamarck, T. & Mermelstein, R. · 1983

Juga dikenal sebagai: PSS Model · Cohen Stress

Teori stres yang dipersepsikan menyatakan bahwa stres bukanlah properti dari peristiwa, melainkan dari hubungan antara tuntutan dan kapasitas yang dinilai untuk mengatasinya. Yang penting bagi hasil kesehatan adalah sejauh mana seseorang merasa hidupnya tidak dapat diprediksi, tidak dapat dikendalikan, dan membebani, bukan berapa banyak peristiwa penuh tekanan yang tercatat oleh daftar periksa objektif. Inilah sebabnya mengapa dua orang yang menghadapi keadaan yang sama dapat sangat berbeda dalam respons stres mereka, dan mengapa ukuran stres yang dipersepsikan umumnya lebih unggul daripada inventori peristiwa hidup dalam memprediksi hasil kesehatan.

Teori bahwa stres tidak ditentukan oleh peristiwa objektif, melainkan oleh sejauh mana seseorang menilai situasi sebagai tidak dapat diprediksi, tidak dapat dikendalikan, dan membebani. Stres yang dipersepsikan mencerminkan kesenjangan antara tuntutan dan sumber daya untuk mengatasinya, menghasilkan dua faktor: ketidakberdayaan yang dipersepsikan dan efikasi diri yang dipersepsikan.

Sumber:
Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A global measure of perceived stress. Journal of Health and Social Behavior, 24(4), 385-396.
Ukur

Ikuti tes tervalidasi yang dibangun berdasarkan teori ini

Membaca tentang suatu konstruk memberi tahu Anda apa itu. Instrumen yang tervalidasi memberi tahu Anda di mana posisi Anda pada konstruk tersebut. Gratis untuk dikerjakan, hasil dalam hitungan menit.

Bukti sekilas

Dukungan empiris
Bukti kuat
Replikasi
Terreplikasi dengan baik
Lintas budaya
Sebagian besar universal
Meta-analisis
15 terindeks
Domain penelitianPsikologi kesehatanPsikologi klinisKedokteran perilakuKesehatan kerja

Peringkat ini merangkum literatur yang telah dipublikasikan tentang teori tersebut, bukan kualitas dari tes tertentu yang dibangun berdasarkannya. Ini adalah penilaian editorial berdasarkan sumber-sumber yang tercantum di bawah, dan dapat berubah seiring bertambahnya bukti.

Konteks Historis

Prinsip penilaian berasal dari model transaksional Lazarus dan Folkman, yang dikembangkan sepanjang tahun 1960-an dan 1970-an untuk menanggapi tradisi peristiwa-kehidupan yang saat itu dominan dari Holmes dan Rahe, yang memberikan bobot stres tetap pada peristiwa tanpa memandang siapa yang mengalaminya. Cohen, Kamarck, dan Mermelstein mengoperasionalkan prinsip penilaian ini pada tahun 1983 melalui Perceived Stress Scale, yang menanyakan perasaan tidak dapat diprediksi, tidak dapat dikendalikan, dan kelebihan beban selama sebulan terakhir. PSS menjadi salah satu instrumen yang paling banyak digunakan dalam psikologi kesehatan, dengan bentuk 10 butir dan 4 butir yang beredar luas.

Konstruk

Perasaan Tidak Berdaya

The degree to which life situations are appraised as unpredictable, uncontrollable, and overloading — the core stressor component of perceived stress (Cohen et al., 1983).

Efikasi Diri yang Dipersepsikan

The degree to which one feels able to handle problems, control important things, and manage irritations — the coping resource component of perceived stress (Cohen et al., 1983).

Instrumen

  • Skala Stres yang Dirasakan NOESISNOESIS2026

Tes yang dibangun berdasarkan teori ini

Aplikasi Praktis

Stres yang dipersepsikan memprediksi kerentanan terhadap penyakit infeksi dalam studi paparan virus terkontrol, penyembuhan luka, hasil kardiovaskular, dan onset depresi, serta menjadi kovariat dan hasil standar di seluruh bidang kedokteran perilaku. Skala ini digunakan untuk mengevaluasi intervensi manajemen stres dan mindfulness. Untuk pengetahuan diri individu, jendela waktu satu bulannya menjadikannya ukuran keadaan (state): skor tinggi menggambarkan periode saat ini, bukan karakteristik pribadi yang bertahan lama, yang merupakan perbedaan kerangka penting dari ukuran sifat (trait).

Cara Pengukurannya

Diukur dengan skala Likert laporan diri singkat (PSS-10) mengenai bulan terakhir, menghasilkan satu skor total dengan butir positif yang diberi skor terbalik; diinterpretasikan berdasarkan norma demografis, bukan ambang batas klinis.

Kritik & Keterbatasan

Stres yang dipersepsikan berkorelasi kuat dengan neurotisisme dan dengan gejala depresi, cukup tinggi sehingga para pengkritik mempertanyakan apakah skala ini mengukur penilaian atau afektivitas negatif, dan apakah prediksinya terhadap depresi sebagian merupakan kontaminasi kriteria. Struktur dua faktor skala ini (butir berkata positif dan negatif) merupakan artefak metode yang telah terdokumentasi dengan baik, bukan konten yang substantif. Jendela waktu satu bulan ini juga sering diabaikan dalam praktiknya, dengan skor dilaporkan seolah-olah merupakan sifat. Ekuivalensi lintas budaya dari butir-butir berkata terbalik khususnya tidak sempurna.

Publikasi Utama

  • Cohen, S., Kamarck, T. & Mermelstein, R.. (1983). A global measure of perceived stress. 10.2307/2136404
  • Lazarus, R. S. & Folkman, S.. (1984). Stress, Appraisal, and Coping.
  • Cohen, S., Tyrrell, D. A. & Smith, A. P.. (1991). Psychological stress and susceptibility to the common cold. 10.1056/NEJM199108293250903

Teori Terkait

Teori Stres yang Dipersepsikan, definisi, bukti, dan cara pengukurannya | NOESIS