Teori Kesejahteraan Subjektif
Diener, E. · 1984
Juga dikenal sebagai: SWB · Life Satisfaction
Kesejahteraan subjektif berpandangan bahwa kesejahteraan seharusnya dinilai oleh orang yang menjalani hidup itu, bukan oleh kriteria eksternal, dan bahwa kesejahteraan memiliki tiga komponen yang dapat dipisahkan: kepuasan hidup (penilaian kognitif yang global), afek positif, dan afek negatif (dua dimensi emosional yang independen, bukan dua ujung berlawanan dari satu dimensi). Independensi afek positif dan negatif adalah klaim empiris model ini yang paling berdampak, karena artinya mengurangi distres dan meningkatkan kebahagiaan adalah dua intervensi berbeda dengan prediktor yang berbeda, dan seseorang dapat memiliki nilai tinggi pada keduanya secara bersamaan.
Teori bahwa kesejahteraan sebaiknya dinilai melalui penilaian kognitif individu sendiri terhadap kepuasan hidup, sebuah penilaian global dan reflektif atas hidupnya secara keseluruhan, yang berbeda dari afek sesaat atau kepuasan pada domain tertentu.
- Sumber:
- Diener, E., Emmons, R. A., Larsen, R. J., & Griffin, S. (1985). The Satisfaction with Life Scale. Journal of Personality Assessment, 49(1), 71-75.
Ikuti tes tervalidasi yang dibangun berdasarkan teori ini
Membaca tentang suatu konstruk memberi tahu Anda apa itu. Instrumen yang tervalidasi memberi tahu Anda di mana posisi Anda pada konstruk tersebut. Gratis untuk dikerjakan, hasil dalam hitungan menit.
Bukti sekilas
- Dukungan empiris
- Bukti kuat
- Replikasi
- Terreplikasi dengan baik
- Lintas budaya
- Sebagian besar universal
- Meta-analisis
- 25 terindeks
Peringkat ini merangkum literatur yang telah dipublikasikan tentang teori tersebut, bukan kualitas dari tes tertentu yang dibangun berdasarkannya. Ini adalah penilaian editorial berdasarkan sumber-sumber yang tercantum di bawah, dan dapat berubah seiring bertambahnya bukti.
Konteks Historis
Ulasan Diener tahun 1984 di Psychological Bulletin mengonsolidasikan literatur yang tersebar menjadi bidang yang terdefinisi dengan nama dan struktur. Satisfaction With Life Scale menyusul pada tahun 1985 dan menjadi salah satu instrumen paling banyak digunakan dalam psikologi, secara sengaja dibatasi pada penilaian kognitif global agar afek dapat diukur secara terpisah. Bidang ini berkembang pada tahun 1990-an dan 2000-an ke dalam ekonomi dan kebijakan publik, menginformasikan laporan kesejahteraan nasional dan panduan pengukuran OECD, serta memberikan bukti untuk efek adaptasi dan hubungan pendapatan-kebahagiaan.
Konstruk
Kepuasan Hidup
A global cognitive judgment of one's life as a whole, reflecting the extent to which a person perceives their life circumstances as matching their personal standards and ideals (Diener et al., 1985). Distinct from momentary affect or domain-specific satisfaction.
Instrumen
- Skala Kepuasan Hidup NOESISNOESIS2026
Tes yang dibangun berdasarkan teori ini
Aplikasi Praktis
Ukuran kesejahteraan subjektif merupakan tulang punggung statistik kesejahteraan nasional dan ekonomi kesejahteraan, digunakan untuk mengevaluasi kebijakan di mana PDB tidak memadai. Dalam lingkungan klinis dan organisasi, struktur tiga komponen ini memandu pilihan intervensi: kepuasan hidup yang rendah dengan afek normal mengarah pada keadaan dan tujuan, sementara afek negatif yang tinggi mengarah pada regulasi emosi. Untuk pengetahuan diri individu, pemisahan ini mencegah kesalahan umum yaitu menganggap tidak adanya distres sebagai adanya kesejahteraan.
Cara Pengukurannya
Diukur dengan skala laporan diri singkat: sebuah skala kepuasan hidup global (SWLS: lima butir) ditambah skala afek positif dan negatif yang terpisah, dilaporkan sebagai tiga skor, bukan satu indeks.
Kritik & Keterbatasan
Penilaian kepuasan hidup global terbukti sensitif terhadap pengaruh sementara, seperti suasana hati, cuaca, urutan pertanyaan, butir yang langsung mendahuluinya, yang melemahkan klaimnya sebagai penilaian yang stabil. Adaptasi berarti ukuran ini sebagian melacak perubahan terkini daripada kondisi absolut, sehingga orang dalam keadaan yang secara objektif buruk dapat melaporkan kepuasan yang tinggi. Gaya respons berbeda secara sistematis antarbudaya (acquiescence, respons ekstrem, norma tentang mengekspresikan emosi positif), yang mempersulit perbandingan peringkat antarnegara. Para kritikus dari tradisi eudaimonik lebih lanjut berargumen bahwa kepuasan dan afek menyenangkan sama sekali mengabaikan makna, pertumbuhan, dan kebajikan.
Publikasi Utama
- Diener, E.. (1984). Subjective well-being. 10.1037/0033-2909.95.3.542
- Diener, E., Emmons, R. A., Larsen, R. J. & Griffin, S.. (1985). The Satisfaction With Life Scale. 10.1207/s15327752jpa4901_13
- Diener, E., Suh, E. M., Lucas, R. E. & Smith, H. L.. (1999). Subjective well-being: Three decades of progress. 10.1037/0033-2909.125.2.276