Optimisme Disposisional
Scheier, M. F. & Carver, C. S. · 1985
Juga dikenal sebagai: LOT-R Optimism · Positive Expectations
Optimisme disposisional adalah ekspektasi umum bahwa hasil baik, bukan buruk, akan terjadi di berbagai ranah kehidupan. Konstruk ini berada dalam model regulasi diri: karena orang bertahan pada tujuan yang mereka harapkan tercapai dan melepaskan diri dari tujuan yang mereka harapkan gagal, ekspektansi positif umum diterjemahkan menjadi usaha yang berkelanjutan, penanggulangan yang lebih berorientasi pendekatan, dan penghindaran yang lebih sedikit. Optimisme diperlakukan sebagai dimensi sifat yang stabil yang bertumpu pada ujung lainnya oleh pesimisme, dan berbeda dari efikasi diri (yang menyangkut kemampuan diri sendiri) dan dari gaya penjelasan optimistis (yang menyangkut atribusi kausal untuk peristiwa masa lalu).
Kecenderungan umum untuk mengharapkan hasil positif di masa depan. Optimisme adalah disposisi kepribadian yang stabil yang terkait dengan kesehatan fisik yang lebih baik, penanggulangan yang lebih efektif, dan kesejahteraan subjektif yang lebih besar.
- Sumber:
- Scheier, M. F., Carver, C. S., & Bridges, M. W. (1994). Distinguishing optimism from neuroticism (and trait anxiety, self-mastery, and self-esteem): A reevaluation of the Life Orientation Test. Journal of Personality and Social Psychology, 67(6), 1063-1078.
Ikuti tes tervalidasi yang dibangun berdasarkan teori ini
Membaca tentang suatu konstruk memberi tahu Anda apa itu. Instrumen yang tervalidasi memberi tahu Anda di mana posisi Anda pada konstruk tersebut. Gratis untuk dikerjakan, hasil dalam hitungan menit.
Bukti sekilas
- Dukungan empiris
- Bukti kuat
- Replikasi
- Terreplikasi dengan baik
- Lintas budaya
- Sebagian besar universal
- Meta-analisis
- 15 terindeks
Peringkat ini merangkum literatur yang telah dipublikasikan tentang teori tersebut, bukan kualitas dari tes tertentu yang dibangun berdasarkannya. Ini adalah penilaian editorial berdasarkan sumber-sumber yang tercantum di bawah, dan dapat berubah seiring bertambahnya bukti.
Konteks Historis
Scheier dan Carver memperkenalkan konstruk dan Life Orientation Test pada tahun 1985 sebagai penerapan dari penjelasan teori kontrol mereka yang lebih luas tentang regulasi diri perilaku. Karya awal dikritik karena tumpang tindih butir dengan neurotisisme dan karena mencampuradukkan optimisme dengan isi penanggulangan, yang menyebabkan revisi tahun 1994, yaitu LOT-R, yang menghilangkan butir-butir yang ambigu dan mempersingkat skala menjadi enam butir yang dinilai ditambah butir pengisi. Perdebatan yang berkepanjangan pun mengikuti mengenai apakah optimisme dan pesimisme membentuk satu dimensi bipolar atau dua faktor yang terpisah; posisi saat ini adalah bahwa keduanya berkorelasi negatif dengan kuat namun dapat berbeda, khususnya pada sampel usia lanjut dan non-Barat.
Konstruk
Optimisme Disposisional
A generalized tendency to expect positive outcomes — the stable personality dimension associated with better coping, health, and well-being (Scheier, Carver & Bridges, 1994).
Instrumen
- Skala Optimisme IPIP(IPIP-OPT)Goldberg, L. R. (IPIP), measuring constructs of Scheier, M. F., Carver, C. S., & Bridges, M. W.1999
Tes yang dibangun berdasarkan teori ini
Aplikasi Praktis
Optimisme disposisional adalah salah satu prediktor psikologis yang paling baik direplikasi dalam kedokteran perilaku, terkait dengan pemulihan yang lebih cepat setelah operasi jantung, kepatuhan yang lebih baik terhadap penanganan, insidensi yang lebih rendah pada beberapa hasil penyakit, dan mortalitas semua sebab yang lebih rendah dalam kohort prospektif. Optimisme digunakan dalam psikologi kesehatan untuk mengidentifikasi pasien yang cenderung melepaskan diri dari regimen yang menuntut, dan dalam penelitian penanggulangan sebagai moderator respons stres. Karena optimisme cukup dapat diubah, ia juga muncul sebagai hasil dalam intervensi diri-terbaik-yang-mungkin dan intervensi terkait lainnya.
Cara Pengukurannya
Diukur dengan skala ekspektansi laporan diri yang singkat (LOT-R: enam butir yang dinilai, empat pengisi) yang menghasilkan satu skor kontinu tunggal, dengan penilaian terbalik pada butir-butir pesimisme.
Kritik & Keterbatasan
Tumpang tindih dengan neurotisisme cukup besar, dan para kritikus berpendapat bahwa sebagian besar daya prediksi optimisme dalam hasil kesehatan hanya bertahan lemah setelah disesuaikan dengan afektivitas negatif, status sosial ekonomi, dan kesehatan awal. Pertanyaan mengenai satu faktor versus dua faktor masih belum terselesaikan, dan butir-butir pesimisme sering membawa bobot prediksi, yang akan membuat konstruk ini lebih tepat digambarkan sebagai pesimisme rendah. Ekspektansi laporan diri juga rentan terhadap suasana hati saat ini, sehingga skor satu kali pengukuran lebih berisik daripada yang tersirat oleh kerangka sifat.
Publikasi Utama
- Scheier, M. F. & Carver, C. S.. (1985). Optimism, coping, and health: Assessment and implications of generalized outcome expectancies. 10.1037/0278-6133.4.3.219
- Scheier, M. F., Carver, C. S. & Bridges, M. W.. (1994). Distinguishing optimism from neuroticism (and trait anxiety, self-mastery, and self-esteem): A reevaluation of the Life Orientation Test. 10.1037/0022-3514.67.6.1063
- Carver, C. S., Scheier, M. F. & Segerstrom, S. C.. (2010). Optimism. 10.1016/j.cpr.2010.01.006