Pencarian Sensasi
Zuckerman, M. · 1979
Juga dikenal sebagai: SSS · Zuckerman Sensation Seeking
Sensation seeking adalah sifat yang didefinisikan oleh pengejaran pengalaman yang beragam, baru, kompleks, dan intens, disertai kesediaan untuk menerima risiko fisik, sosial, hukum, dan finansial demi pengalaman tersebut. Zuckerman mendasarkan konstruk ini secara biologis pada teori optimal-arousal: individu berbeda dalam tingkat stimulasi yang dianggap oleh sistem sarafnya sebagai hal yang memberi imbalan, dan sensation seeker secara kronis berada di bawah tingkat optimal mereka dalam kondisi biasa. Konstruk ini biasanya diuraikan menjadi thrill and adventure seeking, experience seeking, disinhibition, dan boredom susceptibility.
Teori bahwa individu berbeda dalam tingkat stimulasi optimal mereka, dengan pencari sensasi mengejar pengalaman yang baru, kompleks, dan intens. Membedakan antara pencarian sensasi yang berbahaya (risiko fisik), pencarian sensasi impulsif (perilaku spontan), dan pencarian sensasi yang diperhitungkan (pengambilan risiko yang terkendali).
- Sumber:
- Zuckerman, M. (1994). Behavioral Expressions and Biosocial Bases of Sensation Seeking. New York: Cambridge University Press.
Ikuti tes tervalidasi yang dibangun berdasarkan teori ini
Membaca tentang suatu konstruk memberi tahu Anda apa itu. Instrumen yang tervalidasi memberi tahu Anda di mana posisi Anda pada konstruk tersebut. Gratis untuk dikerjakan, hasil dalam hitungan menit.
Bukti sekilas
- Dukungan empiris
- Bukti kuat
- Replikasi
- Terreplikasi dengan baik
- Lintas budaya
- Sebagian besar universal
- Meta-analisis
- 12 terindeks
Peringkat ini merangkum literatur yang telah dipublikasikan tentang teori tersebut, bukan kualitas dari tes tertentu yang dibangun berdasarkannya. Ini adalah penilaian editorial berdasarkan sumber-sumber yang tercantum di bawah, dan dapat berubah seiring bertambahnya bukti.
Konteks Historis
Konstruk ini muncul dari eksperimen deprivasi sensorik Zuckerman pada tahun 1960-an, di mana perbedaan individu dalam toleransi terhadap kurangnya stimulasi terbukti besar dan stabil. Sensation Seeking Scale mengalami lima bentuk utama antara tahun 1964 dan 1979, dengan Form V menjadi standar. Zuckerman kemudian memasukkan sensation seeking ke dalam model lima faktor alternatif yang lebih luas sebagai Impulsive Sensation Seeking, dan bentuk singkat BSSS-8 serta SSS-V memperluas penggunaannya ke dalam studi epidemiologi besar. Konstruk ini termasuk salah satu sifat kepribadian dengan basis bukti biologis paling kuat, termasuk estimasi heritabilitas kembar sekitar 60 persen.
Konstruk
Pencarian Sensasi Berbahaya
Attraction to physically dangerous activities and situations involving risk of injury (Zuckerman, 1994).
Pencarian Sensasi Impulsif
Acting on impulse, doing unpredictable and spontaneous things without planning (Zuckerman, 1994).
Pencarian Sensasi Terukur
Willingness to take controlled risks — confident risk-taking with awareness of potential outcomes (Zuckerman, 1994).
Instrumen
- Skala Pencarian Sensasi IPIP(IPIP-SS)Goldberg, L. R. (IPIP), measuring constructs of Zuckerman, M.1999
Tes yang dibangun berdasarkan teori ini
Aplikasi Praktis
Sensation seeking adalah salah satu prediktor kepribadian paling konsisten untuk penggunaan zat, mengemudi berisiko, seks tanpa pengaman, dan perjudian, dan digunakan dalam kesehatan masyarakat untuk menargetkan dan merancang pesan pencegahan, audiens dengan sensation seeking tinggi merespons format pesan berintensitas tinggi yang justru dianggap tidak menyenangkan oleh mereka dengan sensation seeking rendah. Konstruk ini juga memprediksi hasil positif: pilihan pekerjaan di layanan darurat, kewirausahaan, dan perilaku eksploratif. Dibaca untuk pengetahuan diri, konstruk ini secara bermanfaat membedakan hasrat terhadap hal baru dari disinhibisi yang membuat hasrat tersebut menjadi berbahaya.
Cara Pengukurannya
Diukur dengan butir laporan diri berbentuk pilihan terpaksa atau Likert yang menghasilkan empat skor faset ditambah skor total; diinterpretasikan secara normatif terhadap norma yang distratifikasi berdasarkan usia dan jenis kelamin, karena sensation seeking menurun secara nyata dengan bertambahnya usia.
Kritik & Keterbatasan
Keempat subskala hanya berkorelasi sedang satu sama lain dan memiliki korelat yang dapat dibedakan, sehingga skor total bersifat heterogen; disinhibisi menyumbang sebagian besar asosiasi dengan hasil bermasalah, sementara experience seeking hanya menyumbang sedikit. Beberapa butir Form V merujuk pada konten obat-obatan dan seksual yang kini sudah usang dan menghasilkan differential item functioning di berbagai usia dan budaya. Penjelasan optimal-arousal kini dianggap terlalu sederhana, karena sebagian besar telah digantikan oleh penjelasan sensitivitas imbalan dopaminergik yang tumpang tindih dengan Reinforcement Sensitivity Theory.
Publikasi Utama
- Zuckerman, M.. (1979). Sensation Seeking: Beyond the Optimal Level of Arousal.
- Zuckerman, M.. (1994). Behavioral Expressions and Biosocial Bases of Sensation Seeking.
- Hoyle, R. H., Stephenson, M. T., Palmgreen, P., Lorch, E. P. & Donohew, R. L.. (2002). Development of a brief sensation seeking scale for use with adolescents. 10.1016/S0191-8869(01)00032-0