Teori Konsep Diri
Rosenberg, M. · 1965
Juga dikenal sebagai: Self-Esteem Theory · Self-Concept
Teori Konsep Diri Rosenberg mengonseptualisasikan harga diri sebagai evaluasi global dan satu dimensi terhadap nilai diri seseorang, yang diukur melalui Skala Harga Diri Rosenberg (RSES) beranggotakan 10 butir yang banyak digunakan. Teori ini menyatakan bahwa konsep diri berkembang melalui interaksi sosial dan penilaian yang dipantulkan dari orang-orang penting lainnya, dengan harga diri berfungsi sebagai komponen evaluatif dari konsep diri yang lebih luas. RSES telah digunakan di 53 negara dan diterjemahkan ke dalam 28 bahasa, sehingga menjadi alat ukur harga diri yang paling banyak digunakan dalam penelitian psikologi.
Teori harga diri global sebagai evaluasi satu dimensi terhadap nilai diri seseorang, menggabungkan penerimaan diri, penghargaan diri, dan rasa kecukupan diri. Menjadi dasar bagi Skala Harga Diri Rosenberg.
- Sumber:
- Rosenberg, M. (1965). Society and the Adolescent Self-Image. Princeton, NJ: Princeton University Press.
Ikuti tes tervalidasi yang dibangun berdasarkan teori ini
Membaca tentang suatu konstruk memberi tahu Anda apa itu. Instrumen yang tervalidasi memberi tahu Anda di mana posisi Anda pada konstruk tersebut. Gratis untuk dikerjakan, hasil dalam hitungan menit.
Bukti sekilas
- Dukungan empiris
- Bukti kuat
- Replikasi
- Terreplikasi dengan baik
- Lintas budaya
- Sebagian besar universal
- Meta-analisis
- 20 terindeks
Peringkat ini merangkum literatur yang telah dipublikasikan tentang teori tersebut, bukan kualitas dari tes tertentu yang dibangun berdasarkannya. Ini adalah penilaian editorial berdasarkan sumber-sumber yang tercantum di bawah, dan dapat berubah seiring bertambahnya bukti.
Konteks Historis
Morris Rosenberg mengembangkan teori konsep dirinya sambil mempelajari lebih dari 5.000 siswa sekolah menengah atas dari latar belakang sosial, agama, dan nasional yang beragam di Negara Bagian New York, dan mempublikasikan temuannya dalam 'Society and the Adolescent Self-Image' (1965). Karya ini dipengaruhi oleh interaksionisme simbolik George Herbert Mead dan konsep 'looking-glass self' dari Charles Horton Cooley, yang mendasarkan harga diri pada proses sosial. Rosenberg lebih lanjut mengembangkan teorinya dalam 'Conceiving the Self' (1979), membedakan antara isi, struktur, dan evaluasi konsep diri, serta menginspirasi model multidimensi berikutnya oleh Shavelson, Hubner, dan Stanton (1976) serta Marsh (1985).
Konstruk
Harga Diri
A global evaluative attitude toward the self, defined by Rosenberg (1965) as the individual's overall positive or negative orientation toward oneself as a totality, encompassing feelings of self-worth, self-respect, and self-acceptance. High self-esteem reflects the belief that one is 'good enough' without necessarily considering oneself superior, while low self-esteem is associated with self-rejection and a pervasive lack of self-respect.
Instrumen
- Skala Harga Diri NOESISNOESIS2026
Tes yang dibangun berdasarkan teori ini
Aplikasi Praktis
Dalam praktik klinis, RSES secara rutin digunakan untuk menilai dan memantau harga diri pada pasien dengan depresi, kecemasan, dan kondisi lain di mana evaluasi diri terganggu, sehingga membantu mengarahkan intervensi dalam terapi kognitif perilaku (CBT) dan terapi skema. Dalam lingkungan pendidikan, skala ini membantu psikolog sekolah mengidentifikasi siswa yang berisiko mengalami kesulitan akademik dan sosial akibat harga diri yang rendah, yang menjadi dasar bagi program pencegahan dan intervensi perundungan. Dalam psikologi organisasi, pengukuran harga diri mendukung pengembangan kepemimpinan, penilaian kesejahteraan karyawan, dan penelitian kepuasan kerja.
Cara Pengukurannya
RSES terdiri dari 10 butir (5 berkata-kata positif dan 5 berkata-kata negatif) yang dinilai pada skala Likert 4 poin. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa 4-20% responden menjawab secara tidak konsisten di antara butir positif dan negatif, yang menciptakan efek metode yang mengacaukan analisis struktur faktor.
Kritik & Keterbatasan
Struktur satu dimensi yang diasumsikan pada RSES telah dipertanyakan, karena analisis faktor secara konsisten menunjukkan struktur dua faktor yang didorong oleh butir-butir dengan kata-kata positif dan negatif, sehingga menimbulkan keraguan apakah hal ini mencerminkan dimensi harga diri yang substantif atau sekadar artefak metodologis. Para kritikus berpendapat bahwa pendekatan harga diri global terlalu menyederhanakan konstruk yang multifaset, mengabaikan perbedaan penting antara harga diri kontingen (bergantung pada validasi eksternal) dan nilai diri intrinsik yang stabil. Skala ini juga menunjukkan keterbatasan pengukuran, termasuk penyebaran tingkat kesulitan butir yang kurang memadai, efek kata-kata negatif yang secara tidak proporsional memengaruhi populasi tertentu, dan potensi bias budaya dalam pola respons antara masyarakat kolektivis dan individualis.
Publikasi Utama
- Rosenberg, M.. (1965). Society and the Adolescent Self-Image. 10.1515/9781400876136
- Rosenberg, M.. (1979). Conceiving the Self.
- Schmitt, D. P. & Allik, J.. (2005). Simultaneous Administration of the Rosenberg Self-Esteem Scale in 53 Nations: Exploring the Universal and Culture-Specific Features of Global Self-Esteem. 10.1037/0022-3514.89.4.623
- Marsh, H. W. & Shavelson, R.. (1985). Self-Concept: Its Multifaceted, Hierarchical Structure. 10.1207/s15326985ep2003_1